Wildansyah mengikuti jejak Atep mendirikan sekolah sepak bola (SSB) di
kampung halamannya Ciparay. SSB yang berdiri sekitar enam bulan lalu itu
dinamakan W-Four. Diambil dari nama dan nomor punggung Wildan di PERSIB
yaitu nomor empat.
Nama Wildan ternyata memiliki nilai jual
lumayan tinggi. Tak heran meski terbilang baru sekolah sepak bola milik
pemain belakang kelahiran Ciparay ini banyak peminatnya. Hingga saat ini
W-For telah memlilki kurang lebih 500 siswa berusia 6 hingga 16 tahun.
"Alhamdulilah
peminatnya cukup banyak. Saya gembira dengan antusiasme masyakarat
Ciparay terhadap SSB W-Four. Saya jadi makin bersemangat membina SSB
ini," papar Wildan. Urusan pengelolaan SSB W-Four diserahkan kepada
teman-teman yang ia percaya di Cipapay.
Meski begitu sebagai bos
Wildan tidak lepas tangan. Minimal sepekan sekali ia menyempatkan diri
menengok ke Ciparay. "Para siswa senang kalau saya datang melihat mereka
latihan. Kadang-kadang saya juga ikut memberi contoh, tetapi bukan
melatih karena belum bisa menjadi pelatih," katanya sambil tersenyum.
Wildansyah
This entry was posted in
kabar persib
.
Bookmark the permalink.

