Inilah Alasan Marcio Souza Memeluk Islam
INILAH.COM, Bandung – Marcio Souza da Silva, calon striker baru Persib, bukan pemain Brasil pertama yang jadi muallaf. Tapi, dia punya alasan sendiri kenapa memeluk Islam.
Sebelum Marcio, pemain Brasil lainnya yang memeluk Islam adalah Antonio Claudio. Seperti juga Marcio Souza, Antonio Claudio melafazkan kalimah syahadat di Padang, yakni saat membela Semen Padang.
Tetapi, Marcio Souza bukan berarti hanya ikut-ikutan langkah Antonio Claudio, memeluk Islam di Ranah Minang. Dia melakukannya karena punya alasan sendiri.
Menurut Marcio Souza, dia sebenarnya sudah lama tertarik untuk memeluk Islam. Sejak berada di Indonesia, yakni ketika masih memperkuat Persela, pikiran itu sudah mulai muncul. Sejak bermain di Indonesia, dia ikut terpengaruh karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia.
“Saya senang dan tertarik melihat kawan-kawan lain. Selalu taat dan rutin beribadah kalau waktu salat sudah tiba. Bahkan dalam pertandingan tandang pun kawan-kawan tak lupa beribadah meski di tengah perjalanan,” katanya.
Marcio Souza melihat rekan-rekannya menemukan kedamaian saat menjalankan ibadahnya. Hal itu juga makin memperkuat keyakinannya untuk beralih dan memeluk Islam. “Semua murni datang dari diri sendiri, tanpa ada pihak manapun yang memaksa,” tegasnya.
Djohar Tak Bosan Rayu Klub ISL Kembali ke PSSI
“Tidak ada dua versi di kubu PSSI. Saya harapkan kepada semua tim yang berlaga dalam Liga Super Indonesia (LSI) untuk kembali berada di bawah naungan PSSI sehingga pemain yang yang berada di LSI dapat diberi kesempatan memperkuat timnas,” katanya di Ternate, Rabu (4/4/2012).
Ia mengatakan, pihaknya kini terus berupaya menyelesaikan masalah adanya dualisme kompetisi di Indonesia, di antaranya dengan akan kembali mengundang klub-klub yang selama ini berada di luar Liga Prima Indonesia untuk mencari jalan keluar.
“Kami sudah pernah mengundang mereka, tapi tidak hadir dan untuk kebaikan sepakbola nasional sekaligus melaksanakan amanat FIFA, maka kita akan undang lagi mereka,” katanya.
Djohar Arifin datang ke Ternate dalam rangka membuka Suratin Cup wilayah Malut yang diikuti oleh tujuh Perserikatan dari sejumlah wilayah di Malut
sumber inilah.com
Marcio Souza: Temperamental Boleh, Asal Jangan Dikartu
Striker anyar Persib Bandung Marcio Souza dikenal sebagai pemain
temperamental tingggi. Bahkan tak jarang sering memprovokasi pemain
lawan. Bersama Persib, Marcio tetap akan menjaga sikap temperamentalnya.
Menurutnya,
sikap temperamentalnya menunjukkan semangat membela tim. Bahkan sikap
temperamental harus dimiliki pemain jika itu baik demi kepentingan tim.
"Main
itu harus temperamen dan semangat karena kita cari uang di situ," ujar
Marcio dalam di RM Sederhana, Jalan RE Martadinata, Selasa (3/4/2012).
Jika sikap temperamental dinilai akan menjatuhkan mental lawan, Marcio menganggapnya hal lumrah. Ia pun akan melakukannya.
Namun
satu hal yang akan ia jaga adalah menghindarkan diri dari hukuman kartu
kuning maupun merah. Sebab hal itu akan merugikan tim secara langsung
atau tidak.
"Temperamental boleh, asal jangan dikartu," kata eks
punggawa Persela Lamongan, Semen Padang, Deltras Sidoarjo dan Arema
Indonesia itu.
sumber detik.com
MARCIO SOUZA
Striker Marcio Souza mantap hijrah dari Arema Indonesia ke Persib Bandung. Ia yakin, keputusannya pindah merupakan pilihan terbaik kariernya di Indonesia.
"Sebagai pemain, saya pilih yang terbaik untuk karier saya," tegas Marcio di Rumah Makan Sederhana, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung Selasa (3/4/2012) malam.
Marcio punya alasan kuat kenapa memilih 'Maung Bandung' sebagai pelabuhannya di pertengahan kompetisi. Ialah keluarga yang menjadi salah satu pertimbangan pindah ke Bandung.
"Saya sudah dua tahun tinggal di Bandung. Istri saya orang Bandung," tutur pria asal Brazil itu.
"Kalau di sini saya bisa lebih dekat sama keluarga. Mudah-mudahan dengan main di sini, saya bisa main lebih semangat lagi," tambah Marcio.
Resmi berkostum Persib, Marcio berjanji memberikan penampilan terbaiknya. Bahkan ia yakin mampu mengantarkan Persib meraih titel juara kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim ini.
"Insya Allah Juara. Saya juga ingin berikan penampilan yang lebih baik dan banyak gol untuk bikin suporter di sini senang," tegas pemilik tendangan bebas mematikan itu.
sumber detik.com
SANG LEGENDA KECEWA
Rencana Persib Bandung merekrut pelatih asing mendapat reaksi negatif dari Nandang Kurnaedi. Mantan bintang Persib itu berharap ‘Maung Bandung’ dibesut talenta lokal.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Kuswara S. Taryono, memastikan dua calon pelatih Persib untuk menggantikan Drago Mamic berasal dari mancanegara. “Namun kedua kandidat pelatih asing yang akan menangani tim telah mengetahui atmosfir Persib dan pernah menangani klub di Indonesia sebelumnya," ujar Kuswara.
Dua nama yang erat dikaitkan dengan Persib akhir-akhir ini adalah mantan pelatih PSMS, Raja Isa, dan mantan pelatih Arema, Robert Rene Albert. Kuswara berharap pelatih baru sudah bisa bergabung pada Kamis (5/4/12), sehingga punya cukup waktu untuk mempersiapkan timnya menghadapi Gresik United, Selasa (10/4/12).
Menanggapi hal ini, Nandang tak bisa menutupi rasa kecewanya. Ia menilai berdasarkan sejarah Persib, mantan klubnya itu kurang berprestasi jika dibesut pelatih asing.
"Kenapa tidak berdayakan pelatih lokal saja, saya percaya pelatih lokal masih banyak yang berkualitas dan tidak kalah dengan pelatih asing. Tetapi yang tahu seluk-beluk Persib dan mempunyai karakter di Persib," ujar Nandang.
Sebelum ditangani Drago Mamic, beberapa pelatih asing sempat menangani tim ‘Maung Bandung’. Sebut saja Arcan Iurie Anatoleivechi (Moldova), Juan Antonio Paez (Chili), Marek Andrejz Sledzianowski (Polandia), Daniel Darko Janackovic (Prancis) dan Jovo Cuckovic (Serbia).[
Persib Lawan Gresik United pada 11 April
Persib Bandung akan membuka pertandingan putaran kedua melawan Gresik
United pada lanjutan Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2011-2012 di
Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (11/4).
Jadwal pertandingan itu mengalami pengunduran sehari dari jadwal
sebelumnya yakni Selasa (10/4), berselang empat hari kemudian tim Persib
akan menghadapi Persiba, Minggu (15/4).
Partai tersebut akan
menjadi partai 'pembalasan' bagi tim Maung Bandung yang harus menelan
kekalahan di penghujung putaran pertama.
Namun tuan rumah
dipastikan mendapat kendala cukup berarti, meski ketajaman lini depan
meningkat dengan bergabungnya striker asal Singapura Noh Alam Shah,
namun di sektor pertahanan tim Bandung itu dipastikan kehilangan duet
Abanda Herman dan Maman Abdurahman.
Abanda Herman dipastikan
absen pada laga itu karena akumulasi kartu kuning, sedangkan Maman
Abdurahman absen akibat kartu merah yang diterimanya saat berlaga
melawan Persiba Balikpapan.
"Ya keduanya absen pada pertandingan
itu, saat ini kami masih mencari pemain pengganti di lini belakang,
simulasi dilakukan untuk menemukan formasi di sektor pertahanan," kata
Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis.
Tonny Sucipto kemungkinan
tetap di sektor pertahanan, sedangkan dua tandemnya di lini belakang
masih akan ditentukan dalam beberapa hari ke depan.
Absennya
Abanda Herman dan Maman Abdurahman sekaligus dalam satu pertandingan,
baru pertama kali dialami Maung Bandung. Selama ini Maman Abdurahman
selalu tampil pada setiap pertandingan Persib, sedangkan Abanda Herman
sempat absen baik saat terakumulasi kartu kuning maupun saat cedera.
Kondisi
kurang menguntungkan tersebut, jelas menjadi kendala bagi Persib yang
ditargetkan untuk melakukan revans atas kedua tim penakluk tim itu pada
dua laga pamungkas putaran pertamanya.
Hal itu jelas menjadi
tugas berat pelatih pengganti yang rencananya akan diumumkan pada pekan
ini. Pelatih Drago Mamic mengundurkan diri beberapa hari lalu dan telah
direstui manajemen dan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).
"Kami
berusaha untuk bisa memadukan pemain yang ada," kata Robby Darwis yang
selama ini ditugasi untuk memoles lini belakang Maung Bandung
Along Akui Kondisi Fisiknya Belum Fit
sumber simamaung.com





